Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Diposting oleh
Idea
komentar (5)
menangkap segala galaumu
mungkin salahku
telah lancang menarikmu
menyusuri lipatan hatiku
membiarkanmu tersesat disitu
menyulut emosi jiwamu
dalam galau dan kelu
bukan maksudku
membuatmu begitu
*
maafkan aku
telah menyimpan namamu
di satu sudut hatiku
aku
kamu
selalu
mungkinkah selalu? akupun tak tahu.
yang ku tahu
ternyata aku
tlah sayang padamu
terlalu...
hu hu hu :’(
*
titip satu harapku
jangan buang lembaranku
seperti diary itu
biarkan hujan waktu
meluruhkan ragu
maya nyataku adalah satu
*
Diposting oleh
Idea
komentar (3)
***
kunang-kunang diujung kelam
saling berbagi sinar dan kehangatan
berbaris, berkelompok menyusuri gelap
*
satu kunang-kunang terbang sendiri
berharap bertemu kekasih hati
yang sinarnya selalu menemani
dalam malam-malam abadi
*
satu kunang-kunang diujung gelap
berbatas lampu pijar panas
membuatnya silap
hingga hangus lengas
bintang yang bersinar terang malam itu
kini menjadi sepasang
***
Label:
puisi
Diposting oleh
Idea
komentar (0)
***
kabarnya
semalam bulan hilang
belum sempat kutanyakan
kenapa tak menyapaku
dan kau hanya tersenyum
jemarimu menggenggam
bibirmu
menyentuh tipis telingaku
desahnya membisik
ini bulanmu. dalam genggamku
***
puisi iseng hasil sambung-menyambung.
kabarnya
semalam bulan hilang
belum sempat kutanyakan
kenapa tak menyapaku
dan kau hanya tersenyum
jemarimu menggenggam
bibirmu
menyentuh tipis telingaku
desahnya membisik
ini bulanmu. dalam genggamku
***
puisi iseng hasil sambung-menyambung.
Diposting oleh
Idea
komentar (7)
tadi malam
tepat ketika perguliran waktu
saat kemarin menjadi hari ini
satu kecupan kami tempatkan
di pipi empukmu
kecupan di pipi kiri
padanya dititipkan doa-doa
yang didaraskan dalam mazmur
kidung pepujian kepadaNya
tempat segala sesuatu berawal
ada cintaNya
yang selalu menopang hitam-putih hidupnya
ada rengkuhan tanganNya
yang selalu melindungi gerak langkahnya
menepis debu kotor di tubuhnya
ada namaNya
yang selalu diingat dalam tiap denyut nadi dan helaan nafasnya
kecupan di pipi kanan
padanya dihembuskan harapan-harapan
segala hal yang menjadikan biji bertunas
pucuk semi daun menelapak
kuncup bunga wangi merekah
buah yang membulir dan matang
selamat hari lahir
putri kecilku
tumbuhlah bersama alam
menjadi sebuah titik pelengkap lukisan semesta
tuhan memberkatimu
kecup... cup!
Diposting oleh
Idea
komentar (0)
Tuhan, mengapa kau ciptakan dahaga, kalau mendengarMu adalah kesejukan?
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa kau ciptakan lapar, kalau menyapaMu adalah kepuasan?
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa Kau ciptakan kegalauan, kalau bersamaMu adalah damai?
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa Kau ciptakan benci kalau Engkau selalu penuh cinta?
Tuhan hanya tersenyum…
Tuhan, mengapa Engkau tersenyum saat aku kehilangan segalaNya?
Anakku… tanyalah hatimu… dia tak akan menjawab. Tapi dia akan menunjukannya.
Dan saat kau sudah mengerti semuanya, pinjamkan hatimu, untuk kupakai sebarkan cintaku.
**Kompasiana, 25 Mei 2010
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa kau ciptakan lapar, kalau menyapaMu adalah kepuasan?
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa Kau ciptakan kegalauan, kalau bersamaMu adalah damai?
Tuhan tersenyum…
Tuhan, mengapa Kau ciptakan benci kalau Engkau selalu penuh cinta?
Tuhan hanya tersenyum…
Tuhan, mengapa Engkau tersenyum saat aku kehilangan segalaNya?
Anakku… tanyalah hatimu… dia tak akan menjawab. Tapi dia akan menunjukannya.
Dan saat kau sudah mengerti semuanya, pinjamkan hatimu, untuk kupakai sebarkan cintaku.
**Kompasiana, 25 Mei 2010
Diposting oleh
Idea
komentar (0)
Satu langkah terarungi bersama
Saat semu dan hakiki menjaga
Indahnya kehidupan kita
*
Tercengkeram hati ini
Namun tiada berontak
Tak terpasung jiwa
*
Terjerat rasa ini
Namun tiada teronak
Tak berbalut luka
*
Banyak kata yang ingin terucapi
tanpa satupun dapat mewakili
indahnya rasa ini
*
Hanya ungkapan bisikan abadi
yang terus mengalunkan nada hati
selamanya cinta bersemi
——
Sumber foto: www.tybinc.com
**Kompasiana, 21 Mei 2010
Diposting oleh
Idea
komentar (0)
Sekarang waktu kita untuk berdampingan
Saling berpegangan melawan rasa
Memohon pada sang detak
Sejenak membiarkan detiknya
Terpasung dalam bahagia abadi
Karena … sesaat lagi
Waktumu bukan milikku lagi
Dalam hatimu yang beku
Kutitipkan setitik kehangatan cintaku
Yang akan selalu menemanimu
mengembara menghadap Sang Khalik
———————-
* Untuk seorang sahabat (maaf kalo puisinya masih jelek)
** Terinspirasi dari kisah sedih di Cina, Zhuang Huagui (26 tahun) yang berencana menikah pada tanggal 4 Februari 2010. Tetapi pada tanggal 28 Januari 2010, calon istrinya, Hu Zhao’e meninggal karena ditusuk oleh perampok dirumahnya. Zhuang memutuskan untuk tetap mengadakan upacara pernikahan, yang dilanjutkan dengan upacara pemakaman bagi istrinya, Hu Zhao’e.
*** Foto-foto dari milis
Saling berpegangan melawan rasa
Memohon pada sang detak
Sejenak membiarkan detiknya
Terpasung dalam bahagia abadi
Karena … sesaat lagi
Waktumu bukan milikku lagi
Dalam hatimu yang beku
Kutitipkan setitik kehangatan cintaku
Yang akan selalu menemanimu
mengembara menghadap Sang Khalik
Selamat mengarungi ruang kehidupan baru
Kan kuluangkan segenggam rindu
Diujung biru hatiku
Yang akan selalu tertutup rapat
Karena kau saja
Yang dapat membukanya
———————-
* Untuk seorang sahabat (maaf kalo puisinya masih jelek)
** Terinspirasi dari kisah sedih di Cina, Zhuang Huagui (26 tahun) yang berencana menikah pada tanggal 4 Februari 2010. Tetapi pada tanggal 28 Januari 2010, calon istrinya, Hu Zhao’e meninggal karena ditusuk oleh perampok dirumahnya. Zhuang memutuskan untuk tetap mengadakan upacara pernikahan, yang dilanjutkan dengan upacara pemakaman bagi istrinya, Hu Zhao’e.
*** Foto-foto dari milis
Label:
kompasiana
,
puisi
Diposting oleh
Idea
komentar (1)
Tahukah kau,
Bulan dan Bintang ditakdirkan untuk bersama
Dan Matahari adalah kawan seperjuangan dalam masa yang berbeda
Seperti juga halnya,
Bunga dan kupu-kupu bersejoli
dalam naungan Pohon yang rindang
namun tak pernah mereguk manisnya madu.
*
Tahukah kau,
Hujan dan Pelangi adalah kesedihan dalam harapan
sesekali petir menerangi dan guruh memekakan
namun semuanya mendendangkan irama harmoni
*
Tahukah kau,
itulah cintaku padanya
yang terlindung dalam damaimu
**Kompasiana, 25 Februari 2010
Label:
kompasiana
,
puisi
Diposting oleh
Idea
komentar (0)
Menangis …. hanya memeluk bundanya
Tertawa …. hanya berbagi dengan bundanya
Belajar …. hanya dari mulut bundanya
Tidur …. Hanya dalam dekapan bundanya
..Ayah..
Maaf, kata bundanya, tidak ada ayah untukmu, tapi bunda sanggup buatmu kelak menjadi lelaki tangguh.
Namun untuk saat ini, bundalah lelaki tangguhmu.
Bunda akan ajarkan bagaimana menangis dalam kesepian, saat kau pertama kali bersapa dengan dunia ini. Tanpa siapapun wahai sang pemberi semangat, agar kau menjadi lelaki yang kuat.
Bunda akan ajarkan bagaimana tertawa dalam ketawaran hati, saat kecemasan berpihak dan hanya sepi yang menggigit, agar kau tak pernah merasa sepi sendiri.
Bunda akan ajarkan padamu bahwa dunia tempat segalanya, namun surgalah semuanya tertuju, agar kau menjadi lelaki bermoral penuh hati nurani.
Bunda akan mendekapmu tidur sampai kau selalu merasa aman, agar kau menjadi lelaki penyayang yang selalu melindungi yang lemah.
Namun sekali lagi, tidak ada kata ayah untukmu, biarlah bunda saja yang menjadi lelaki tangguhmu. Agar kau mengerti bagaimana menjadi kuat dalam kelembutan.
~ dedicated to my lovely sister, thanks for the inspiration~
Tertawa …. hanya berbagi dengan bundanya
Belajar …. hanya dari mulut bundanya
Tidur …. Hanya dalam dekapan bundanya
..Ayah..
Maaf, kata bundanya, tidak ada ayah untukmu, tapi bunda sanggup buatmu kelak menjadi lelaki tangguh.
Namun untuk saat ini, bundalah lelaki tangguhmu.
Bunda akan ajarkan bagaimana menangis dalam kesepian, saat kau pertama kali bersapa dengan dunia ini. Tanpa siapapun wahai sang pemberi semangat, agar kau menjadi lelaki yang kuat.
Bunda akan ajarkan bagaimana tertawa dalam ketawaran hati, saat kecemasan berpihak dan hanya sepi yang menggigit, agar kau tak pernah merasa sepi sendiri.
Bunda akan ajarkan padamu bahwa dunia tempat segalanya, namun surgalah semuanya tertuju, agar kau menjadi lelaki bermoral penuh hati nurani.
Bunda akan mendekapmu tidur sampai kau selalu merasa aman, agar kau menjadi lelaki penyayang yang selalu melindungi yang lemah.
Namun sekali lagi, tidak ada kata ayah untukmu, biarlah bunda saja yang menjadi lelaki tangguhmu. Agar kau mengerti bagaimana menjadi kuat dalam kelembutan.
~ dedicated to my lovely sister, thanks for the inspiration~










