Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan

maafkan aku



menangkap segala galaumu
mungkin salahku
telah lancang menarikmu
menyusuri lipatan hatiku
membiarkanmu tersesat disitu
menyulut emosi jiwamu
dalam galau dan kelu
bukan maksudku
membuatmu begitu
*
maafkan aku
telah menyimpan namamu
di satu sudut hatiku
aku
kamu
selalu
mungkinkah selalu? akupun tak tahu.
yang ku tahu
ternyata aku
tlah sayang padamu
terlalu...
hu hu hu :’(
*
titip satu harapku
jangan buang lembaranku
seperti diary itu
biarkan hujan waktu
meluruhkan ragu
maya nyataku adalah satu
*




semalam dalam cerita

***
kabarnya
semalam bulan hilang
belum sempat kutanyakan
kenapa tak menyapaku
dan kau hanya tersenyum
jemarimu menggenggam

bibirmu
menyentuh tipis telingaku
desahnya membisik
ini bulanmu. dalam genggamku

***
puisi iseng hasil sambung-menyambung.